Kantor Pemerintah Kecamatan Cisolok

Jalan Raya Cisolok Km. 01 Nomor 14 Kode Pos 43366
Telepon: (0266) 431001 | Email: cisolok@sukabumikab.go.id

Menu Click to open Menus
Menu
Home » Kabar Kecamatan » Upacara Korpri 17 Januari 2020 tingkat Kecamatan Cisolok

Upacara Korpri 17 Januari 2020 tingkat Kecamatan Cisolok

(44 Views) Januari 17, 2020 8:44 am | Published by | No comment

Kegiatan Upacara Korpri yang dihadiri oleh staff Kecamatan, Unsur Kepala Sekolah se-Kecamatan Cisolok, KUA, UPT DPPKB, Satpol PP dengan pembina upacara oleh Sekretaris Kecamatan Bpk. Asep Rusli Rusmawijaya, S.Pd, M.M.Pd sekaligus menyampaikan sambutan resmi dari Bupati Sukabumi.

Berikut Sambutan lengkap Bupati Sukabumi Bpk. Drs. H. MARWAN HAMAMI, M.M.

 

Bismillahirrohmaanirrohim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Selamat Pagi Salam Sejahtera Untuk Kita Semua;

Yang Saya Hormati:

  • Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi,
  • Para Asisten Daerah Kabupaten Sukabumi,
  • Para Staf Ahli Bupati dan Kepala Bagian.
  • Para Kepala Perangkat Daerah, Camat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi;
  • Serta Hadirin Peserta Upacara Korpri yang berbahagia,

Pertama-tama, selaku Bupati dan Penasihat KORPRI Kabupaten Sukabumi, saya mengucapkan selamat memasuki dekade 2020-an kepada seluruh anggota KORPRI dimanapun saudara berada, baik yang mengikuti Upacara KORPRI di SETDA Palabuhanratu maupun Anggota KORPRI yang mengikuti Upacara KORPRI di masing-masing Perangkat Daerah yang tersebar di wilayah kerja Pemerintahan Daerah Kabupaten Sukabumi.

Saat ini kita memasuki dekade 2020-an. Sebuah era dimana tiga perubahan besar telah betul-betul menemukan critical mass-nya. Tiga perubahan dimaksudkan adalah disrupsi digital (digital disruption), disrupsi milenial (millennial disruption), dan disrupsi leisure (leisure disruption) atau istilah ketiga perubahan tersebut dikenal dengan Three Market Megashifts. Karena itu, situasi dan kondisi kita berada di dunia yang berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan dua puluh, tiga puluh atau empat puluh tahun yang lalu. Revolusi industri era 4.0 telah mendisrupsi segala lini kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan.

Pada era 4.0 ini juga terjadi disrupsi digital, ditandai dengan perubahan dari atoms (teknologi dari berbasis fisik) ke bits (teknologi digital) yang menciptakan model-model bisnis baru dengan marginal cost yang mendekati nol, kemudian merambah pada model-model pelayanan publik yang  dilakukan pemerintah dan pemerintah daerah dengan berbasis digital. Sedangkan pada disrupsi milenial terjadi karena adanya pergeseran demografis atau psikografis yang muncul karena adanya pergantian generasi dari Baby Boomers/Gen-X ke milenial. Dalam hal ini, anggota KORPRI Kabupaten Sukabumi yang berusia muda diharapkan dalam melaksanakan tugasnya sebagai ASN/PNS mampu mendorong Perangkat Daerahnya menghasilkan kinerja “better, faster, cheaper 10X”, sehingga menghasilkan perubahan tata nilai, perilaku, preferensi masyarakat modern yang religius. Sementara dalam disrupsi leisure ditandai bergesernya pola konsumsi dari berbasis barang (goods-based consumption) ke pengalaman (experience-based consumption) harus dapat menghasilkan customer satisfaction (kepuasan publik) setelah akuisisi dan pemakaiannya dirasakan benar-benar bermanfaat oleh banyak orang.

Anggota KORPRI yang Berbahagia,

Pada era megashifts tersebut, di satu sisi ada produk-bisnis-industri lama, sistem dan prosedur pelayanan publik lama dan kegiatan rutinitas anggota KORPRI dalam keterlibatannya di penyelenggaraan pemerintahan yang semakin berguguran. Sementara di sisi lain banyak produk-bisnis-industri baru, sistem dan prosedur pelayanan publik kebaruan serta kegiatan kreatif dan inovatif seluruh anggota KORPRI dalam keterlibatannya di penyelenggaraan pemerintahan saat ini begitu pesat bermunculan. Akhirnya ada yang fall, ada yang ‘rise’.

Untuk melihat fall atau rise dalam konteks goods Government ditataran Perangkat Daerahnya, maka dapat dilihat dari seberapa besar anggota KORPRI berkontribusi dalam upayanya dan hasil dari sistem dan prosedur pelayanan kebaruan yang telah dibangunnya serta besaran mana antara kegiatan rutinitas dengan kegiatan kreatif dan inovatif yang diterapkannya. Semua itu dapat dilihat salah satunya sebagaimana tertuang dalam LPPD-nya.

Hadirin Peserta Upacara Korpri yang berbahagia;

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat akan mendorong pemda kabupaten/kota terkait Indikator Kinerja Kunci (IKK) Laporan Penyelenggara Pemerintah Daerah (LPPD) 2019 yang nilainya masih dibawah standar minimal, seperti di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan. Namun demikian, Provinsi Jabar secara umum LPPD untuk 27 kabupaten/kota di Jawa Barat sudah berkategori sangat tinggi, atau meningkat dari tahun sebelumnya dimana masih ada tujuh kabupaten/kota yang berkategori tinggi dan dari 27 kabupaten/kota yang ada di Jabar itu, tiga kabupaten/kota yakni Kab. Kuningan, Kota Cimahi, dan Kab. Banjar masuk peringkat 10 besar nasional. Sementara LPPD Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 berada di dua besar. Selanjutnya, dari kelompok yang rapotnya biru itu tiga dari sepuluh ranking se-Indonesia datang dari Jawa Barat, yakni: Kuningan, Cimahi, dan Banjar. Kalau level provinsinya Jabar selalu ranking dua besar atau kondisinya sudah sangat baik.

Untuk memaksimalkan kerja birokrat dan mengoptimalkan hasil LPPD Kabupaten Sukabumi kedepan, maka seluruh anggota KORPRI harus semakin bersinergi saat bekerja-sama dalam kapasitasnya sebagai TIM menyusun LPPD-muatan SPM-muatan LAKIP. Juga pada saat melakukan self assessment yakni: mendeteksi penilaian kinerja perangkat daerah, melakukan review kinerja dengan bantuan Inspektorat serta melegalisasi, yaitu menandatangani LPPD dan menyampaikan LPPD secara tepat waktu.

Hadirin yang berbahagia;

Pergantian dekade 1990-an ke decade 2020-an ini menjadi momentum penting bagi para pemimpin bisnis dan birokrasi untuk melakukan lompatan (strategic leap) dari yang obsolet ke yang prospektif. Dalam kaitan itu Leap Strategy diawali dengan Unlearn, yaitu menganggap diri kita sebagai seorang anggota KORPRI ‘tak tahu semuanya’, sehingga kita tidak merasa cukup dengan knowledge, skill and ability yang dimiliki saat ini, selanjutnya terus explore. Sedangkan dalam Survive dari disrupsi bukanlah masalah teknologi digital atau inovasi semata. Yang terpenting justru adalah masalah mindset, yaitu mindset yang menganggap bahwa kita telah ‘tahu semuanya’. Ketika kita sudah merasa tahu semuanya, maka semakin sulit pula kita menanggalkannya. Itu pula sebabnya disruptor di industri otomotif bukanlah Toyota yang ‘tahu semuanya’ mengenai otomotif tetapi oleh Tesla dan Google. Disruptor perhotelan bukan Hilton tetapi Airbnb yang ‘tak tahu semuanya’. Disruptor layanan taksi bukanlah Blue Bird tapi Uber.

Mindset ‘tahu semuanya’ telah membutakan mata, hati, dan pikiran kita mengenai hal baru yang tidak kita ketahui. Di tengah disrupsi, mindset yang diperlukan bukanlah ‘tahu semuanya’ tetapi justru sebaliknya ‘tak tahu semuanya’. Kita tak cukup sebatas Learning tetapi juga Unlearning, yaitu mengosongkan hal-hal usang yang selama berpuluh tahun kita ketahui dan kita yakini kebenarannya. Unlearning akan mengosongkan isi pikiran kita sebersih mungkin, sebersih kanvas kosong.

Hadirin Peserta Upacara Korpri yang saya hormati;

Paradigma Digital dalam konteks Unlearn adalah titik mula Anda melakukan lompatan strategis menuju new normal. Untuk sukses melompat Anda harus mengubah paradigma berpikir lama ke baru. Paradigma baru ini disebut dengan Digital Way of Thinking. Dalam mengelola sumber daya (key resources) misalnya, Anda harus mengubah paradigma dari ownership ke access. Itu artinya bahwa logika lama mengatakan bahwa untuk memenangkan persaingan, maka baik organisasi perusahaan maupun organisasi pemerintahan harus dapat menguasai dan memiliki aset dan sumber daya potensial. Contoh: Bisnis zaman now menggunakan prinsip asset-light dimana akses asset lebih penting dari kepemilikan asset, seperti itulah model bisnis GoJek atau Airbnb yang mereka terapkan.

Cara-cara yang diterapkan dalam dunia bisnis tersebut, mestinya kita adopsi untuk diadaptasi dan diimplementasikan dalam dunia pemerintahan sesuai relevansinya dan proporsinya dengan orientasi diutamakan meningkatkan produktivitas kinerja pemerintahan dan meningkatkan kehidupan masyarakat yang lebih layak

Hadirin Peserta Upacara Korpri yang berbahagia;

Karena itu-lah, saya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk merubah minset dengan paradigma digital way of thinking. Artinya anggota KORPRI dalam kapasitasnya sebagai ASN/PNS harus mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linear. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan.

Anggota KORPRI harus terus menerus bergerak mencari terobosan, terus menerus melakukan inovasi. Pelayanan yang ruwet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat, harus kita pangkas. Kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi dan orientasi birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur, berorientasi pada hasil nyata.

Peserta Upacara Korpri yang berbahagia;

Panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi. Karena di era persaingan yang semakin ketat seperti saat ini jika kita lambat, kita pasti tertinggal, maka kita harus mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada hasil. Sebab tugas birokrasi adalah memastikan agar rakyat terlayani dengan baik serta program-program dan kegiatan pembangunan betul-betul terdelivered, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak. Jadi, sekedar hanya melayani saja tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan.”

Dengan kemajuan teknologi, cara kerja birokrasi juga harus berubah. Inovasi teknologi harus bisa mempermudah, bukan mempersulit pekerjaan. Kemajuan teknologi adalah instrumen untuk mempercepat penyelesaian masalah. Masalah saat ini harus kita selesaikan dengan smart shortcut yang lebih cepat, lebih efisien dan lebih memberikan dampak yang luas.

Hadirin dan segenap anggota KORPRI yang saya banggakan,

Mengakhiri sambutan saya ini, saya ingin sekali lagi menyampaikan salam hangat kepada segenap anggota KORPRI dimanapun saudara-saudara berada. Selamat bertugas, lanjutkan pengabdian dan karya terbaik Saudara-saudara bagi rakyat, bangsa dan negara.

Terima kasih,

 

Wabillahittaufiq Walhidaayah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

SUKABUMI, 17 JANUARI 2020

BUPATI SUKABUMI

Ttd.

Drs. H. MARWAN HAMAMI, M.M.

Artikel ini ditulis oleh Hari Saputra
Tentang

Sebagai Operator Sistem Informasi Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pegiat Sistem Informasi Desa (SID) dan Dashboard Kecamatan. Integrasi Data Desa dan Kecamatan.

Tags:
Kategori:
Komentari dengan akun Facebook